Rabu, 29 Februari 2012

Senin, 27 Februari 2012

Sejarah PERSIB


Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib. (sumber: www.simamaung.com)

Galeri PERSIB





Aliyudin Tak Dapat Ijin Bertanding

Dikabarkan dari Jayapura, beberapa pemain termasuk manajer tim mengalami demam menjelang pertandingan melawan Persipura Jayapura hari ini. Akibatnya, Aliyudin tidak mendapatkan ijin dari dokter tim untuk merumput.
Dokter tim Persib, Rafi Ghani menyampaikan bahwa tadi malam Aliyudin mengeluhkan terserang demam panas disertai batuk dan sakit kepala. “Maka untuk kesehatannya, saya menganjurkan kepadanya untuk tidak dulu bertanding melawan Persipura hari ini,” ujar Rafi Ghani melalui sambungan kepada Simamaung.
Karena demam pula, pada tanggal 26 Februari kemarin pemain belakang Wildansyah bersama manajer tim Umuh Muhtar didampingi seorang official, Pipin terpaksa harus pulang ke Bandung.
Menurut dokter Rafi, banyak yang bisa menjadi penyebab pemain mengalami sakit. Salah satunya adalah kondisi cuaca. Dari suhu panas di Jayapura lalu perubahan ke suhu dingin di Wamena dalam keadaan fisik yang lelah akibat perjalanan panjang dapat membuat tubuh menjadi rentan terserang demam.
Dengan demikian maka ketika menghadapi Persipura beberapa jam lagi, Persib tidak akan diperkuat Moses (akumulasi kartu), Wildansyah dan Aliyudin (demam). Sedangkan, kata dokter kemudian, Jendri Pitoy dan Miljan Radovic yang sempat mengalami memar sewaktu melawan Persiwa Wamena dipastikan sudah mendapat ijin untuk bertanding.
Setelah bertanding sore ini di Jayapura, Persib rencananya akan pulang kembali ke Bandung pada pukul 8 besok pagi dan kemungkinan sampai di kota kembang pada sore atau malam harinya. (sumber: www.simamaung.com )

Percaya Diri, Kunci Persib Lawan Persipura

“Memang Persipura Jayapura tim yang harus diakui kesolidannya. Imbang juga saya rasa bagus untuk Persib,” tuturnya saat dihubungi INILAH.COM lewat telepon selulernya, Minggu (26/2/2012).

Dia mengatakan untuk meladeni tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu, Maung Bandung harus bertahan dimenit-menit pertama. “Bertahan saja dulu, lanjut itu serang balik dengan cepat,” ucapnya.

Asep mengatakan, selain dari segi teknik, kesiapan mental sangatlah diperlukan. Mengingat kekalahan kemarin dirasa bisa mengendurkan semangat para pemain. Dengan mental yang baik sudah tentu kualitas permainan pun akan baik.

“Terutama mental harus digembleng lagi. Rasa percaya diri dan semangat yang tinggi akan mempengaruhi kualitas permainan," ucapnya. (sumber: www.inilahjabar.com )

Tony: Ditempatkan Dimanapun Saya Siap!

Pemain serba bisa Persib Bandung, Tony Sucipto bereaksi santai atas pemberitaan yang menyatakan dirinya akan diproyeksikan sebagai pengganti Maman Abdurahman sebagai bek tengah. Pada dasarnya, bekas pemain Sriwijaya FC ini menyatakan kesiapannya ditempatkan di posisi manapun.
Kendati berita mengenai kemungkinan dirinya akan diplot untuk menggantikan peran Maman di lini pertahanan, Tony mengaku belum mendapat kepastian dari coach Drago Mamic mengenai hal itu. Tony yakin pelatih memiliki pertimbangan matang untuk menempatkan pemain yang paling cocok di posisi itu.
“Belum, belum tau. Sampai saat ini belum tau. Karena sampai saat ini masih latihan biasa. Pas hari H-nya baru, siapa yang paling siap dia yang main di posisi itu. Ya kalau dipilih saya ga ada masalah,” ujar Tony.
Pemilik nomor punggung 16 ini mengaku tidak bermasalah ditempatkan di posisi manapun. Terlebih Tony pernah memiliki pengalaman berperan sebagai bek tengah ketika berkostum tim nasional Indonesia.
“Ya ga ada masalah sih, main di lini belakang. Lini belakang, tengah, depan ga ada masalah buat saya. Sebelumnya juga pernah jadi bek tengah. Ditempatkan dimanapun saya siap!” tegas pemain yang baru menginjak usia 26 tahun pada 12 Februari kemarin. (sumber: www.simamaung.com)

Sean Rooney, Pemain Asia Terakhir Pilihan Persib?

Dari sisi kualitas, Sean Rooney merupakan pemain yang memiliki track record yang cukup bagus. Pesepakbola kelahiran 1 Maret 1989 ini memulai awal karir juniornya di bersama tim Sydney FC saat berusia 19 tahun. Di level senior, Sean Rooney bergabung dengan Blacktown City Demons di kompetisi A-League. Tiga musim membela Blacktown City Demons mulai dari 2006 sampai 2008, pemain dengan tinggi badan 177 cm ini mencetak 11 gol dari 25 kali penampilannya.

Pada 2008, dia hijrah ke tim Newcastle Jets dan bermain untuk dua musim (2008-2011). Dan mulai tahun 2011, Sean Rooney mulai merumput di kompetisi Indonesia Super League (ISL) di tim Deltras Sidoarjo. Kedatangan Sean Rooney sendiri tidak lepas dari peran gelandang Australia yang saat ini berkostum biru-putih, Robbie Gaspar.

Penampilan Sean Rooney saat membela klubnya menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Delta, Senin (12/12/2011), menuai pujian dari arsitek Persib Bandung Drago Mamic. Mamic pun tak segan menyebut penampilan duet penyerang Deltras Amos dan Sean cocok dengan karakter pemain yang diinginkannya.

"Ya, kita mengakui dua penyerang Deltras, Rooney dan Amos bermain sangat bagus. Kualitas mereka sebagai striker sangat baik. Saya sangat suka dengan permainan mereka, terutama Rooney," aku Mamic kepada wartawan di Surabaya, Selasa (13/12/2011).

Namun yang perlu diperhatikan juga yakni kondisi fisik Sean Rooney. Pasalnya, striker bernomor punggung 9 sempat mengalami cedera otot paha sebelum berlaga menghadapi Persiwa Wamena pada 28 Desember 2011 silam. Rooney pun mendapatkan perawatan intensif di negara asalnya Australia.
“Ya, dia mengalami cedera tersebut. Kami memberi izin dia libur lebih lama, karena pengobatan di sana sedikit lebih baik daripada di Indonesia,” ujar Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner seperti dikutip beberapa media, Kamis (29/12/2011).
Jorg sendiri tak bisa menjamin, bahwa Rooney bisa tampil melawan Persiwa. Ia menyebut, cedera yang dialami Rooney sulit untuk diprediksi. “Kami masih menunggu kabar. Bisa parah, bisa juga tidak,” ujar Jorg
Sebelumnya, Rooney memperkuat Deltras di dua laga yakni saat menghadapi Persib Bandung (12/1/2/2011) dengan skor akhir 0-0 dan membekuk Pelita Jaya (19/12/2011) melalui dua golnya. Rooney baru kembali memperkuat Deltras saat dijamu Persiram pada 4 Februari 2012 lalu. Saat itu Rooney mendapatkan kartu kuning dan timnya kalah 1-3 atas tuan rumah Persiram.

Dengan kondisi tersebut, Sean Rooney mengalami cedera yang cukup lama lebih dari satu bulan lamanya. Sean Rooney pun baru memperkuat Deltras di tiga laga dengan mencetak dua gol dari 10 laga yang telah dijalani The Lobster.

Persib pun pernah melakukan rekrutment pemain asing asal Jepang Ryota Miki. Ryota yang datang bersamaan dengan Moses Sakyi pun batal dikontrak. Pasalnya, sehari sebelum penandatanganan kontrak, Ryota Miki mengalami cedera yang merupakan cedera bawaannya di klub asalnya di Jepang. Jangan sampai perekrutan striker asing asal Asia yang sedang diburu Persib Bandung saat ini seperti Sean Rooney kembali berbuntut cedera. Jangan sampai saat Sean Rooney dikontrak, penyerang asal Australia yang diharapkan bisa menutup krisis penyerang di tubuh tim malahan cedera. (sumber: www.inilahjabar.com)

Teka-teki Pemain Asia Bidikan Persib

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menyatakan sosok pemain asing baru tersebut kemungkinan datang sebelum putaran pertama berakhir.

“Saya sudah bicara dengan pelatih, keputusannya kami memang masih membutuhkan satu tambahan pemain lagi, saya harap bisa cepat datang, nanti bisa dipadukan. Jika dia datang sebelum putaran pertama berakhir, dia bisa memanfaatkan jeda untuk beradaptasi dengan tim,” kata Umuh di Stadion Siliwangi, Kamis (2/2/2012).

Menurut manajer berusia 63 tahun itu, kriteria pemain yang diincarnya adalah pemain Asia yang berpengalaman main di Indonesia. Jika gagal mendapat pemain yang sesuai kriterianya, Umuh akan menarik pemain asing dari luar kompetisi di Indonesia. Tapi, pemain tersebut harus mengikuti tes terlebih dahulu.

“Saya sudah berhubungan dengan beberapa agen, dan menyampaikan kriteria pemain incaran saya adalah pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia. Kalaupun terpaksa ambil di luar kompetisi Indonesia, dia harus di tes dulu. Saya tidak mau beli kucing dalam karung,” tutur Umuh.

Umuh sendiri belum mau menyebut nama. Selama ini manuver Umuh mencari pemain asing untuk menggenapkan kuota pemain asing asal Asia di Persib itu memang masih misterius.

Jika dilihat dari kriterianya, salah satu pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia adalah Noh Alamsyah dan Mohammad Riduan asal Singapura.

Noh Alamsyah bisa jadi yang paling berpeluang mendapat klub baru karena pemain tersebut tengah menganggur setelah mundur dari Arema Indonesia.

Sementara itu terkait posisi pemain barunya Moses Sakyi, Umuh masih memberi sinyal aman. Menurut Umuh, kedatangan pemain asing Asia nantinya tidak akan menggeser Moses. Bahkan, Umuh menilai bukan tidak mungkin pemain barunya itu berpadu dengan Moses di depan.

“Kami tidak akan menyentuh dulu soal Moses. Karena selama dia bermain performa Persib masih seimbang,” pungkas Umuh. (sumber: www.inilahjabar.com)

Ada Apa Antara Mamic dan Dino?

Pelatih fisik yang kerap mendampingi latihan tim tersebut absen selama enam hari berturut-turut. Tapi tiba-tiba, dia muncul di Stadion Siliwangi, Senin (20/2) pagi. Anehnya, kemunculan Dino hanya beberapa saat, tidak sempat melatih dia pulang begitu saja meninggalkan sesi latihan dan kembali ke Mes Persib tanpa memberikan alasan.
Pelatih Drago Mamic langsung menuding Dino tidak profesional. Alasannya, kata Mamic, rekan kerjanya tersebut absen melatih lebih dari waktu yang diizinkan. Mamic pun mengatakan Dino tidak serius dan menganggap Persib sebagai tim rekreasi semata.
“Dia sudah absen selama enam hari sebelum hari ini. Dia kurang serius dan tidak profesional. Dia datang pagi tadi, dia tidak menyapa siapapun. Dia hanya meminta izin selama satu dua hari sebelumnya.,’ katanya.
“Tapi dia baru datang ke sini setelah enam hari. Dia menganggap kita seperti kelompok turis, seperti rekreasi saja, bukan klub profesional. Itulah mengapa kami menyelesaikan program latihan hari ini tanpa pelatih fisik. Saya harus membicarakan masa depannya di sini,” papar Mamic kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/).
Dia menambahkan, sebetulnya dirinya tidak ingin membesar-besarkan masalah ketidakhadiran Dino selaku pelatih fisik. Namun, dia mengaku akan melakukan pembicaraan dengan manajemen terkait hal tersebut. "Kami akan bicarakan ini. membicarakan seperti apa ke depannya dia di tim ini," kata pelatih berlisensi UEFA-Pro itu.
Menurut dia, meskipun Dino tidak hadir selama beberapa hari menjelang kepergian tim ke Papua,namun persiapan tim tidak terganggu. Tugas memoles fisik Airlangga Sucipto cs yang merupakan tanggung jawab Dino dikerjakannya bersama dengan asisten pelatih Robby Darwis.
"Persiapan tetap berjalan dan pemain dalam kondisi fisik yang sangat baik," katanya.
Sementara, Dino mengaku justru diminta oleh pelatih Drago Mamic untuk pulang dan tidak melatih. Mendapat tugas seperti itu, Dino pun mematuhinya dan bergegas kembali ke Mes Persib.
"Tadi saya datang ke lapangan. Tapi Coach(Drago) bilang katanya saya enggak usah melatih," kata Dino kepada wartawan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2).
Dino mengaku memang meminta izin untuk tidak melatih selama dua hari untuk menjenguk saudaranya yang sakit liver di Lampung. Dia pun mengakui terlambat datang tepat waktu karena perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lebih lama dari perkiraannya.
"Saya izin ke Lampung karena ada saudara yang sakit. Perjalanan dari sana ke Bandung kan cukup jauh, saya juga pakaijalan darat," ungkapnya.
Soal posisinya di Persib,Dino mengaku tetap akan melatih sebelum ada pembicaraan lebih lanjut. Secara pribadi Dino sendiri mengatakan Persib adalah tim dambaannya sejak dulu.(sumber: www.inilahjabar.com)

Minggu, 26 Februari 2012

Umuh Tak Mau Intervensi Soal Kapten Tim

Manajer Persib Bandung Umuh Muctar tidak ingin mengintervensi tim dalam penentuan kapten tim untuk laga melawan Persiwa Wamena, 23 Februari mendatang. Umuh menyerahkan sepenuhnya kepada tim untuk menentukan kapten tim.
Absennya Maman Abdurahman, membuat tim Persib harus menentukan kapten tim pengganti. Maman absen pada laga tandang melawan Persiwa karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
“Kalau kapten nanti diserahkan ke pemain, nanti biasanya anak-anak yang milih siapa (kaptennya) yang pantas, biasanya pemain sendiri yang menentukan,” ujar Umuh yang ditemui di Stadion Siliwangi, Rabu (15/2) pagi.
Umuh pun tidak berniat memberikan rekomendasi atau pun menyatakan kriteria pemain yang pantas menyandang ban kapten. Hal itu karena Umuh tidak ingin mengintervensi tim.
“Saya tidak bicara dulu. Nanti kalau saya mengatakan seseorang khawatir disebut intervensi kepada anak-anak dan anak-anak juga sekarang sedang enjoy dan mereka siap (melakoni tur Papua),” kata Umuh.
Persib akan melakoni tur Papua, melawan Persiwa dan Persipura pada 23 dan 27 Februari mendatang. (sumber:www.simamaung.com)

Mungkin Bulan Depan, Persib Bisa Latihan Di Sidolig

Wakil manajer Persib, Dedi Firmansyah mengungkapkan bahwa kemungkinan bulan depan Persib sudah dapat menggunakan lapangan di Stadion Sidolig untuk sarana latihan tim Maung Bandung sehari-hari.

Sejak bulan November tahun lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung merenovasi lapangan yang terdapat di jalan Ahmad Yani tersebut agar dapat digunakan kembali untuk kegiatan sepak bola. Dan saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung. Dedi mendapatkan informasi bahwa lapangan dapat digunakan mulai bulan depan saat kondisi rumput lapangan sudah sempurna.
“Sekarang lapangan belum dapat digunakan sebab rumputnya dinilai belum cukup kuat. Kemungkinan lapangan baru dapat dipakai di bulan Maret mendatang. Mudah-mudahan kita bisa kembali berlatih disana,” ujar Dedi Firmansyah saat memantau latihan tim pagi ini.
Sementara itu, pelatih kepala Persib Drago Mamic menyambut baik kabar baik ini. Menurutnya, dengan mempunyai lapangan berlatih sendiri, maka ia dapat merancang program latihan yang lebih baik untuk timnya. “Kalau kita dapat menggunakan lapangan tersebut, tentu saja itu lebih baik buat kita,” kata Mamic di tempat yang sama.
Selama ini, Mamic mengaku sedikit kesulitan untuk membuat program latihan yang sesuai dengan keinginannya sebab harus menyesuaikan dengan bisa atau tidaknya lapangan yang disewa.
Stadion Siliwangi yang biasanya dijadikan tempat berlatih tim lebih sering hanya dapat digunakan pada pagi hari. Padahal menurut pengetahuan Mamic, pagi hari lebih cocok untuk kegiatan yang menggunakan otak. Sementara kegiatan fisik lebih baik dilakukan pada sore hari sekitar pukul 6.
Sedangkan jika berbicara idealnya, Mamic mengatakan bahwa harusnya dalam sehari Persib melakukan dua kali latihan dalam renggang waktu 10 jam antara latihan yang pertama dengan yang selanjutnya.
“Saya tahu, ini merupakan kekurangan dari sepak bola di Indonesia, yaitu tidak banyak infrastruktur yang layak untuk klub,” lanjutnya.
Jika saja wacana PT Persib Bandung Bermartabat untuk membuat komplek latihan Persib dapat segera terlaksana, maka kerja Mamic dalam merancang program akan lebih mudah dan prestasi juga akan ikut terangkat. (sumber: www.simamaung.com)

Rabu, 15 Februari 2012

Noh Alam Shah Pertimbangkan Persib Bandung

Noh Alam Sah - Arema
GOAL.com/Eko Suswantoro
Mantan striker Arema Indonesia Noh Alam Shah mengatakan, dirinya telah mempertimbangkan sejumlah tawaran untuk melanjutkan karir sepakbolanya, diantaranya dari klub Superliga Indonesia (ISL) Persib Bandung.

Dalam wawancaranya melalui telepon dengan The New Paper, penyerang berusia 31 tahun itu mengungkapkan, saat ini ada dua tawaran untuk dirinya. Selain Persib, tawaran datang dari klub India, Salgaocar SC.


“Saya sedang mempertimbangkan tawaran sangat bagus dari India dan Indonesia,” ungkap Noh Alam.

“Tawaran pertama datang dari juara bertahan I-League Salgaocar SC, yang dilatih mantan pelatih Tanjong Pagar dan Woodlands Karim Bencherifa.”

“Juga dari Indonesia. Persib Bandung tiap tahun selalu menawari saya. Jadi, saya akan pertimbangkan klub dari dua negara ini.”

“Untuk sementara saya merasa senang dengan apa yang saya miliki saat ini, dan belum mau terburu-buru kembali ke Singapura.”

Tv Online