Rabu, 29 Februari 2012
Senin, 27 Februari 2012
Sejarah PERSIB
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri
Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini
merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu.
Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan
oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris
daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan
tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar
kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan
VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun),
VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam
pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan
tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar
kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi
perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua
perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola
Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret
1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan
yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua
Umum. Klub-klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang,
Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan
pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib
kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun
1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas
kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri
perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal
Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah
Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering
mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh
Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.
Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar
VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih
bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi
perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.
Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun
bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang
biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG
(kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi
ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan
persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya
dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah
air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial
Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika
itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan,
Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib
secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat
juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah
sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia
merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu
memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar
diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan
Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke
ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di
Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda
kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan
nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan
nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut.
Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara
lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di
Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi
semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950-
an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib
mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch,
membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya
R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang
berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu
jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan,
Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961,
1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib
berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan
1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby
Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan
mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat
itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks
galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak
delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan
Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit
ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib
cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke
Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum
biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga
dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik
yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar,
Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia,
Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan
merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib. (sumber:
www.simamaung.com)
Aliyudin Tak Dapat Ijin Bertanding
Dikabarkan dari Jayapura, beberapa
pemain termasuk manajer tim mengalami demam menjelang pertandingan
melawan Persipura Jayapura hari ini. Akibatnya, Aliyudin tidak
mendapatkan ijin dari dokter tim untuk merumput.
Dokter tim Persib, Rafi Ghani
menyampaikan bahwa tadi malam Aliyudin mengeluhkan terserang demam panas
disertai batuk dan sakit kepala. “Maka untuk kesehatannya, saya
menganjurkan kepadanya untuk tidak dulu bertanding melawan Persipura
hari ini,” ujar Rafi Ghani melalui sambungan kepada Simamaung.
Karena demam pula, pada tanggal 26
Februari kemarin pemain belakang Wildansyah bersama manajer tim Umuh
Muhtar didampingi seorang official, Pipin terpaksa harus pulang ke
Bandung.
Menurut dokter Rafi, banyak yang bisa
menjadi penyebab pemain mengalami sakit. Salah satunya adalah kondisi
cuaca. Dari suhu panas di Jayapura lalu perubahan ke suhu dingin di
Wamena dalam keadaan fisik yang lelah akibat perjalanan panjang dapat
membuat tubuh menjadi rentan terserang demam.
Dengan demikian maka ketika menghadapi
Persipura beberapa jam lagi, Persib tidak akan diperkuat Moses
(akumulasi kartu), Wildansyah dan Aliyudin (demam). Sedangkan, kata
dokter kemudian, Jendri Pitoy dan Miljan Radovic yang sempat mengalami
memar sewaktu melawan Persiwa Wamena dipastikan sudah mendapat ijin
untuk bertanding.
Setelah bertanding sore ini di Jayapura,
Persib rencananya akan pulang kembali ke Bandung pada pukul 8 besok
pagi dan kemungkinan sampai di kota kembang pada sore atau malam
harinya. (sumber: www.simamaung.com )
Percaya Diri, Kunci Persib Lawan Persipura
“Memang Persipura Jayapura tim yang harus diakui kesolidannya. Imbang
juga saya rasa bagus untuk Persib,” tuturnya saat dihubungi INILAH.COM lewat telepon selulernya, Minggu (26/2/2012).
Dia mengatakan untuk meladeni tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu, Maung Bandung harus bertahan dimenit-menit pertama. “Bertahan saja dulu, lanjut itu serang balik dengan cepat,” ucapnya.
Asep mengatakan, selain dari segi teknik, kesiapan mental sangatlah diperlukan. Mengingat kekalahan kemarin dirasa bisa mengendurkan semangat para pemain. Dengan mental yang baik sudah tentu kualitas permainan pun akan baik.
“Terutama mental harus digembleng lagi. Rasa percaya diri dan semangat yang tinggi akan mempengaruhi kualitas permainan," ucapnya. (sumber: www.inilahjabar.com )
Dia mengatakan untuk meladeni tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu, Maung Bandung harus bertahan dimenit-menit pertama. “Bertahan saja dulu, lanjut itu serang balik dengan cepat,” ucapnya.
Asep mengatakan, selain dari segi teknik, kesiapan mental sangatlah diperlukan. Mengingat kekalahan kemarin dirasa bisa mengendurkan semangat para pemain. Dengan mental yang baik sudah tentu kualitas permainan pun akan baik.
“Terutama mental harus digembleng lagi. Rasa percaya diri dan semangat yang tinggi akan mempengaruhi kualitas permainan," ucapnya. (sumber: www.inilahjabar.com )
Tony: Ditempatkan Dimanapun Saya Siap!
Pemain serba bisa Persib Bandung, Tony
Sucipto bereaksi santai atas pemberitaan yang menyatakan dirinya akan
diproyeksikan sebagai pengganti Maman Abdurahman sebagai bek tengah.
Pada dasarnya, bekas pemain Sriwijaya FC ini menyatakan kesiapannya
ditempatkan di posisi manapun.
Kendati berita mengenai kemungkinan
dirinya akan diplot untuk menggantikan peran Maman di lini pertahanan,
Tony mengaku belum mendapat kepastian dari coach Drago Mamic mengenai
hal itu. Tony yakin pelatih memiliki pertimbangan matang untuk
menempatkan pemain yang paling cocok di posisi itu.
“Belum, belum tau. Sampai saat ini belum
tau. Karena sampai saat ini masih latihan biasa. Pas hari H-nya baru,
siapa yang paling siap dia yang main di posisi itu. Ya kalau dipilih
saya ga ada masalah,” ujar Tony.
Pemilik nomor punggung 16 ini mengaku
tidak bermasalah ditempatkan di posisi manapun. Terlebih Tony pernah
memiliki pengalaman berperan sebagai bek tengah ketika berkostum tim
nasional Indonesia.
“Ya ga ada masalah sih, main di lini
belakang. Lini belakang, tengah, depan ga ada masalah buat saya.
Sebelumnya juga pernah jadi bek tengah. Ditempatkan dimanapun saya
siap!” tegas pemain yang baru menginjak usia 26 tahun pada 12 Februari
kemarin. (sumber: www.simamaung.com)
Sean Rooney, Pemain Asia Terakhir Pilihan Persib?
Dari sisi kualitas, Sean Rooney merupakan pemain yang memiliki track
record yang cukup bagus. Pesepakbola kelahiran 1 Maret 1989 ini memulai
awal karir juniornya di bersama tim Sydney FC saat berusia 19 tahun. Di
level senior, Sean Rooney bergabung dengan Blacktown City Demons di
kompetisi A-League. Tiga musim membela Blacktown City Demons mulai dari
2006 sampai 2008, pemain dengan tinggi badan 177 cm ini mencetak 11 gol
dari 25 kali penampilannya.
Pada 2008, dia hijrah ke tim Newcastle Jets dan bermain untuk dua musim (2008-2011). Dan mulai tahun 2011, Sean Rooney mulai merumput di kompetisi Indonesia Super League (ISL) di tim Deltras Sidoarjo. Kedatangan Sean Rooney sendiri tidak lepas dari peran gelandang Australia yang saat ini berkostum biru-putih, Robbie Gaspar.
Penampilan Sean Rooney saat membela klubnya menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Delta, Senin (12/12/2011), menuai pujian dari arsitek Persib Bandung Drago Mamic. Mamic pun tak segan menyebut penampilan duet penyerang Deltras Amos dan Sean cocok dengan karakter pemain yang diinginkannya.
"Ya, kita mengakui dua penyerang Deltras, Rooney dan Amos bermain sangat bagus. Kualitas mereka sebagai striker sangat baik. Saya sangat suka dengan permainan mereka, terutama Rooney," aku Mamic kepada wartawan di Surabaya, Selasa (13/12/2011).
Namun yang perlu diperhatikan juga yakni kondisi fisik Sean Rooney. Pasalnya, striker bernomor punggung 9 sempat mengalami cedera otot paha sebelum berlaga menghadapi Persiwa Wamena pada 28 Desember 2011 silam. Rooney pun mendapatkan perawatan intensif di negara asalnya Australia.
“Ya, dia mengalami cedera tersebut. Kami memberi izin dia libur lebih lama, karena pengobatan di sana sedikit lebih baik daripada di Indonesia,” ujar Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner seperti dikutip beberapa media, Kamis (29/12/2011).
Jorg sendiri tak bisa menjamin, bahwa Rooney bisa tampil melawan Persiwa. Ia menyebut, cedera yang dialami Rooney sulit untuk diprediksi. “Kami masih menunggu kabar. Bisa parah, bisa juga tidak,” ujar Jorg
Sebelumnya, Rooney memperkuat Deltras di dua laga yakni saat menghadapi Persib Bandung (12/1/2/2011) dengan skor akhir 0-0 dan membekuk Pelita Jaya (19/12/2011) melalui dua golnya. Rooney baru kembali memperkuat Deltras saat dijamu Persiram pada 4 Februari 2012 lalu. Saat itu Rooney mendapatkan kartu kuning dan timnya kalah 1-3 atas tuan rumah Persiram.
Dengan kondisi tersebut, Sean Rooney mengalami cedera yang cukup lama lebih dari satu bulan lamanya. Sean Rooney pun baru memperkuat Deltras di tiga laga dengan mencetak dua gol dari 10 laga yang telah dijalani The Lobster.
Persib pun pernah melakukan rekrutment pemain asing asal Jepang Ryota Miki. Ryota yang datang bersamaan dengan Moses Sakyi pun batal dikontrak. Pasalnya, sehari sebelum penandatanganan kontrak, Ryota Miki mengalami cedera yang merupakan cedera bawaannya di klub asalnya di Jepang. Jangan sampai perekrutan striker asing asal Asia yang sedang diburu Persib Bandung saat ini seperti Sean Rooney kembali berbuntut cedera. Jangan sampai saat Sean Rooney dikontrak, penyerang asal Australia yang diharapkan bisa menutup krisis penyerang di tubuh tim malahan cedera. (sumber: www.inilahjabar.com)
Pada 2008, dia hijrah ke tim Newcastle Jets dan bermain untuk dua musim (2008-2011). Dan mulai tahun 2011, Sean Rooney mulai merumput di kompetisi Indonesia Super League (ISL) di tim Deltras Sidoarjo. Kedatangan Sean Rooney sendiri tidak lepas dari peran gelandang Australia yang saat ini berkostum biru-putih, Robbie Gaspar.
Penampilan Sean Rooney saat membela klubnya menghadapi Persib Bandung di Stadion Gelora Delta, Senin (12/12/2011), menuai pujian dari arsitek Persib Bandung Drago Mamic. Mamic pun tak segan menyebut penampilan duet penyerang Deltras Amos dan Sean cocok dengan karakter pemain yang diinginkannya.
"Ya, kita mengakui dua penyerang Deltras, Rooney dan Amos bermain sangat bagus. Kualitas mereka sebagai striker sangat baik. Saya sangat suka dengan permainan mereka, terutama Rooney," aku Mamic kepada wartawan di Surabaya, Selasa (13/12/2011).
Namun yang perlu diperhatikan juga yakni kondisi fisik Sean Rooney. Pasalnya, striker bernomor punggung 9 sempat mengalami cedera otot paha sebelum berlaga menghadapi Persiwa Wamena pada 28 Desember 2011 silam. Rooney pun mendapatkan perawatan intensif di negara asalnya Australia.
“Ya, dia mengalami cedera tersebut. Kami memberi izin dia libur lebih lama, karena pengobatan di sana sedikit lebih baik daripada di Indonesia,” ujar Pelatih Deltras Jorg Peter Steinebrunner seperti dikutip beberapa media, Kamis (29/12/2011).
Jorg sendiri tak bisa menjamin, bahwa Rooney bisa tampil melawan Persiwa. Ia menyebut, cedera yang dialami Rooney sulit untuk diprediksi. “Kami masih menunggu kabar. Bisa parah, bisa juga tidak,” ujar Jorg
Sebelumnya, Rooney memperkuat Deltras di dua laga yakni saat menghadapi Persib Bandung (12/1/2/2011) dengan skor akhir 0-0 dan membekuk Pelita Jaya (19/12/2011) melalui dua golnya. Rooney baru kembali memperkuat Deltras saat dijamu Persiram pada 4 Februari 2012 lalu. Saat itu Rooney mendapatkan kartu kuning dan timnya kalah 1-3 atas tuan rumah Persiram.
Dengan kondisi tersebut, Sean Rooney mengalami cedera yang cukup lama lebih dari satu bulan lamanya. Sean Rooney pun baru memperkuat Deltras di tiga laga dengan mencetak dua gol dari 10 laga yang telah dijalani The Lobster.
Persib pun pernah melakukan rekrutment pemain asing asal Jepang Ryota Miki. Ryota yang datang bersamaan dengan Moses Sakyi pun batal dikontrak. Pasalnya, sehari sebelum penandatanganan kontrak, Ryota Miki mengalami cedera yang merupakan cedera bawaannya di klub asalnya di Jepang. Jangan sampai perekrutan striker asing asal Asia yang sedang diburu Persib Bandung saat ini seperti Sean Rooney kembali berbuntut cedera. Jangan sampai saat Sean Rooney dikontrak, penyerang asal Australia yang diharapkan bisa menutup krisis penyerang di tubuh tim malahan cedera. (sumber: www.inilahjabar.com)
Teka-teki Pemain Asia Bidikan Persib
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menyatakan sosok pemain asing baru
tersebut kemungkinan datang sebelum putaran pertama berakhir.
“Saya sudah bicara dengan pelatih, keputusannya kami memang masih membutuhkan satu tambahan pemain lagi, saya harap bisa cepat datang, nanti bisa dipadukan. Jika dia datang sebelum putaran pertama berakhir, dia bisa memanfaatkan jeda untuk beradaptasi dengan tim,” kata Umuh di Stadion Siliwangi, Kamis (2/2/2012).
Menurut manajer berusia 63 tahun itu, kriteria pemain yang diincarnya adalah pemain Asia yang berpengalaman main di Indonesia. Jika gagal mendapat pemain yang sesuai kriterianya, Umuh akan menarik pemain asing dari luar kompetisi di Indonesia. Tapi, pemain tersebut harus mengikuti tes terlebih dahulu.
“Saya sudah berhubungan dengan beberapa agen, dan menyampaikan kriteria pemain incaran saya adalah pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia. Kalaupun terpaksa ambil di luar kompetisi Indonesia, dia harus di tes dulu. Saya tidak mau beli kucing dalam karung,” tutur Umuh.
Umuh sendiri belum mau menyebut nama. Selama ini manuver Umuh mencari pemain asing untuk menggenapkan kuota pemain asing asal Asia di Persib itu memang masih misterius.
Jika dilihat dari kriterianya, salah satu pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia adalah Noh Alamsyah dan Mohammad Riduan asal Singapura.
Noh Alamsyah bisa jadi yang paling berpeluang mendapat klub baru karena pemain tersebut tengah menganggur setelah mundur dari Arema Indonesia.
Sementara itu terkait posisi pemain barunya Moses Sakyi, Umuh masih memberi sinyal aman. Menurut Umuh, kedatangan pemain asing Asia nantinya tidak akan menggeser Moses. Bahkan, Umuh menilai bukan tidak mungkin pemain barunya itu berpadu dengan Moses di depan.
“Kami tidak akan menyentuh dulu soal Moses. Karena selama dia bermain performa Persib masih seimbang,” pungkas Umuh. (sumber: www.inilahjabar.com)
“Saya sudah bicara dengan pelatih, keputusannya kami memang masih membutuhkan satu tambahan pemain lagi, saya harap bisa cepat datang, nanti bisa dipadukan. Jika dia datang sebelum putaran pertama berakhir, dia bisa memanfaatkan jeda untuk beradaptasi dengan tim,” kata Umuh di Stadion Siliwangi, Kamis (2/2/2012).
Menurut manajer berusia 63 tahun itu, kriteria pemain yang diincarnya adalah pemain Asia yang berpengalaman main di Indonesia. Jika gagal mendapat pemain yang sesuai kriterianya, Umuh akan menarik pemain asing dari luar kompetisi di Indonesia. Tapi, pemain tersebut harus mengikuti tes terlebih dahulu.
“Saya sudah berhubungan dengan beberapa agen, dan menyampaikan kriteria pemain incaran saya adalah pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia. Kalaupun terpaksa ambil di luar kompetisi Indonesia, dia harus di tes dulu. Saya tidak mau beli kucing dalam karung,” tutur Umuh.
Umuh sendiri belum mau menyebut nama. Selama ini manuver Umuh mencari pemain asing untuk menggenapkan kuota pemain asing asal Asia di Persib itu memang masih misterius.
Jika dilihat dari kriterianya, salah satu pemain Asia yang berpengalaman di Indonesia adalah Noh Alamsyah dan Mohammad Riduan asal Singapura.
Noh Alamsyah bisa jadi yang paling berpeluang mendapat klub baru karena pemain tersebut tengah menganggur setelah mundur dari Arema Indonesia.
Sementara itu terkait posisi pemain barunya Moses Sakyi, Umuh masih memberi sinyal aman. Menurut Umuh, kedatangan pemain asing Asia nantinya tidak akan menggeser Moses. Bahkan, Umuh menilai bukan tidak mungkin pemain barunya itu berpadu dengan Moses di depan.
“Kami tidak akan menyentuh dulu soal Moses. Karena selama dia bermain performa Persib masih seimbang,” pungkas Umuh. (sumber: www.inilahjabar.com)
Ada Apa Antara Mamic dan Dino?
Pelatih fisik yang kerap mendampingi latihan tim tersebut absen
selama enam hari berturut-turut. Tapi tiba-tiba, dia muncul di Stadion
Siliwangi, Senin (20/2) pagi. Anehnya, kemunculan Dino hanya beberapa
saat, tidak sempat melatih dia pulang begitu saja meninggalkan sesi
latihan dan kembali ke Mes Persib tanpa memberikan alasan.
Pelatih Drago Mamic langsung menuding Dino tidak profesional. Alasannya, kata Mamic, rekan kerjanya tersebut absen melatih lebih dari waktu yang diizinkan. Mamic pun mengatakan Dino tidak serius dan menganggap Persib sebagai tim rekreasi semata.
“Dia sudah absen selama enam hari sebelum hari ini. Dia kurang serius dan tidak profesional. Dia datang pagi tadi, dia tidak menyapa siapapun. Dia hanya meminta izin selama satu dua hari sebelumnya.,’ katanya.
“Tapi dia baru datang ke sini setelah enam hari. Dia menganggap kita seperti kelompok turis, seperti rekreasi saja, bukan klub profesional. Itulah mengapa kami menyelesaikan program latihan hari ini tanpa pelatih fisik. Saya harus membicarakan masa depannya di sini,” papar Mamic kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/).
Dia menambahkan, sebetulnya dirinya tidak ingin membesar-besarkan masalah ketidakhadiran Dino selaku pelatih fisik. Namun, dia mengaku akan melakukan pembicaraan dengan manajemen terkait hal tersebut. "Kami akan bicarakan ini. membicarakan seperti apa ke depannya dia di tim ini," kata pelatih berlisensi UEFA-Pro itu.
Menurut dia, meskipun Dino tidak hadir selama beberapa hari menjelang kepergian tim ke Papua,namun persiapan tim tidak terganggu. Tugas memoles fisik Airlangga Sucipto cs yang merupakan tanggung jawab Dino dikerjakannya bersama dengan asisten pelatih Robby Darwis.
"Persiapan tetap berjalan dan pemain dalam kondisi fisik yang sangat baik," katanya.
Sementara, Dino mengaku justru diminta oleh pelatih Drago Mamic untuk pulang dan tidak melatih. Mendapat tugas seperti itu, Dino pun mematuhinya dan bergegas kembali ke Mes Persib.
"Tadi saya datang ke lapangan. Tapi Coach(Drago) bilang katanya saya enggak usah melatih," kata Dino kepada wartawan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2).
Dino mengaku memang meminta izin untuk tidak melatih selama dua hari untuk menjenguk saudaranya yang sakit liver di Lampung. Dia pun mengakui terlambat datang tepat waktu karena perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lebih lama dari perkiraannya.
"Saya izin ke Lampung karena ada saudara yang sakit. Perjalanan dari sana ke Bandung kan cukup jauh, saya juga pakaijalan darat," ungkapnya.
Soal posisinya di Persib,Dino mengaku tetap akan melatih sebelum ada pembicaraan lebih lanjut. Secara pribadi Dino sendiri mengatakan Persib adalah tim dambaannya sejak dulu.(sumber: www.inilahjabar.com)
Pelatih Drago Mamic langsung menuding Dino tidak profesional. Alasannya, kata Mamic, rekan kerjanya tersebut absen melatih lebih dari waktu yang diizinkan. Mamic pun mengatakan Dino tidak serius dan menganggap Persib sebagai tim rekreasi semata.
“Dia sudah absen selama enam hari sebelum hari ini. Dia kurang serius dan tidak profesional. Dia datang pagi tadi, dia tidak menyapa siapapun. Dia hanya meminta izin selama satu dua hari sebelumnya.,’ katanya.
“Tapi dia baru datang ke sini setelah enam hari. Dia menganggap kita seperti kelompok turis, seperti rekreasi saja, bukan klub profesional. Itulah mengapa kami menyelesaikan program latihan hari ini tanpa pelatih fisik. Saya harus membicarakan masa depannya di sini,” papar Mamic kepada wartawan di Stadion Siliwangi, Senin (20/2/).
Dia menambahkan, sebetulnya dirinya tidak ingin membesar-besarkan masalah ketidakhadiran Dino selaku pelatih fisik. Namun, dia mengaku akan melakukan pembicaraan dengan manajemen terkait hal tersebut. "Kami akan bicarakan ini. membicarakan seperti apa ke depannya dia di tim ini," kata pelatih berlisensi UEFA-Pro itu.
Menurut dia, meskipun Dino tidak hadir selama beberapa hari menjelang kepergian tim ke Papua,namun persiapan tim tidak terganggu. Tugas memoles fisik Airlangga Sucipto cs yang merupakan tanggung jawab Dino dikerjakannya bersama dengan asisten pelatih Robby Darwis.
"Persiapan tetap berjalan dan pemain dalam kondisi fisik yang sangat baik," katanya.
Sementara, Dino mengaku justru diminta oleh pelatih Drago Mamic untuk pulang dan tidak melatih. Mendapat tugas seperti itu, Dino pun mematuhinya dan bergegas kembali ke Mes Persib.
"Tadi saya datang ke lapangan. Tapi Coach(Drago) bilang katanya saya enggak usah melatih," kata Dino kepada wartawan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Senin (20/2).
Dino mengaku memang meminta izin untuk tidak melatih selama dua hari untuk menjenguk saudaranya yang sakit liver di Lampung. Dia pun mengakui terlambat datang tepat waktu karena perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lebih lama dari perkiraannya.
"Saya izin ke Lampung karena ada saudara yang sakit. Perjalanan dari sana ke Bandung kan cukup jauh, saya juga pakaijalan darat," ungkapnya.
Soal posisinya di Persib,Dino mengaku tetap akan melatih sebelum ada pembicaraan lebih lanjut. Secara pribadi Dino sendiri mengatakan Persib adalah tim dambaannya sejak dulu.(sumber: www.inilahjabar.com)
Minggu, 26 Februari 2012
Umuh Tak Mau Intervensi Soal Kapten Tim
Manajer Persib Bandung Umuh Muctar tidak
ingin mengintervensi tim dalam penentuan kapten tim untuk laga melawan
Persiwa Wamena, 23 Februari mendatang. Umuh menyerahkan sepenuhnya
kepada tim untuk menentukan kapten tim.
Absennya Maman Abdurahman, membuat tim
Persib harus menentukan kapten tim pengganti. Maman absen pada laga
tandang melawan Persiwa karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu
kuning.
“Kalau kapten nanti diserahkan ke
pemain, nanti biasanya anak-anak yang milih siapa (kaptennya) yang
pantas, biasanya pemain sendiri yang menentukan,” ujar Umuh yang ditemui
di Stadion Siliwangi, Rabu (15/2) pagi.
Umuh pun tidak berniat memberikan
rekomendasi atau pun menyatakan kriteria pemain yang pantas menyandang
ban kapten. Hal itu karena Umuh tidak ingin mengintervensi tim.
“Saya tidak bicara dulu. Nanti kalau
saya mengatakan seseorang khawatir disebut intervensi kepada anak-anak
dan anak-anak juga sekarang sedang enjoy dan mereka siap (melakoni tur
Papua),” kata Umuh.
Persib akan melakoni tur Papua, melawan Persiwa dan Persipura pada 23 dan 27 Februari mendatang. (sumber:www.simamaung.com)
Mungkin Bulan Depan, Persib Bisa Latihan Di Sidolig
Wakil manajer Persib, Dedi Firmansyah
mengungkapkan bahwa kemungkinan bulan depan Persib sudah dapat
menggunakan lapangan di Stadion Sidolig untuk sarana latihan tim Maung
Bandung sehari-hari.
Sejak bulan November tahun lalu, Dinas
Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung merenovasi lapangan yang
terdapat di jalan Ahmad Yani tersebut agar dapat digunakan kembali untuk
kegiatan sepak bola. Dan saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung.
Dedi mendapatkan informasi bahwa lapangan dapat digunakan mulai bulan
depan saat kondisi rumput lapangan sudah sempurna.
“Sekarang lapangan belum dapat digunakan
sebab rumputnya dinilai belum cukup kuat. Kemungkinan lapangan baru
dapat dipakai di bulan Maret mendatang. Mudah-mudahan kita bisa kembali
berlatih disana,” ujar Dedi Firmansyah saat memantau latihan tim pagi
ini.
Sementara itu, pelatih kepala Persib
Drago Mamic menyambut baik kabar baik ini. Menurutnya, dengan mempunyai
lapangan berlatih sendiri, maka ia dapat merancang program latihan yang
lebih baik untuk timnya. “Kalau kita dapat menggunakan lapangan
tersebut, tentu saja itu lebih baik buat kita,” kata Mamic di tempat
yang sama.
Selama ini, Mamic mengaku sedikit
kesulitan untuk membuat program latihan yang sesuai dengan keinginannya
sebab harus menyesuaikan dengan bisa atau tidaknya lapangan yang disewa.
Stadion Siliwangi yang biasanya
dijadikan tempat berlatih tim lebih sering hanya dapat digunakan pada
pagi hari. Padahal menurut pengetahuan Mamic, pagi hari lebih cocok
untuk kegiatan yang menggunakan otak. Sementara kegiatan fisik lebih
baik dilakukan pada sore hari sekitar pukul 6.
Sedangkan jika berbicara idealnya, Mamic
mengatakan bahwa harusnya dalam sehari Persib melakukan dua kali
latihan dalam renggang waktu 10 jam antara latihan yang pertama dengan
yang selanjutnya.
“Saya tahu, ini merupakan kekurangan
dari sepak bola di Indonesia, yaitu tidak banyak infrastruktur yang
layak untuk klub,” lanjutnya.
Jika saja wacana PT Persib Bandung
Bermartabat untuk membuat komplek latihan Persib dapat segera
terlaksana, maka kerja Mamic dalam merancang program akan lebih mudah
dan prestasi juga akan ikut terangkat. (sumber: www.simamaung.com)
Rabu, 15 Februari 2012
Noh Alam Shah Pertimbangkan Persib Bandung
GOAL.com/Eko Suswantoro
Dalam wawancaranya melalui telepon dengan The New Paper, penyerang berusia 31 tahun itu mengungkapkan, saat ini ada dua tawaran untuk dirinya. Selain Persib, tawaran datang dari klub India, Salgaocar SC.
“Saya sedang mempertimbangkan tawaran sangat bagus dari India dan Indonesia,” ungkap Noh Alam.
“Tawaran pertama datang dari juara bertahan I-League Salgaocar SC, yang dilatih mantan pelatih Tanjong Pagar dan Woodlands Karim Bencherifa.”
“Juga dari Indonesia. Persib Bandung tiap tahun selalu menawari saya. Jadi, saya akan pertimbangkan klub dari dua negara ini.”
“Untuk sementara saya merasa senang dengan apa yang saya miliki saat ini, dan belum mau terburu-buru kembali ke Singapura.”
Langganan:
Postingan (Atom)




